Anies Baswedan, Gubernur Terbanyak Keliru Dibandingkan Gubernur Lain di Indonesia

Selain Gubernur terbodoh dalam sejarah NKRI, Anies Baswedan juga adalah Gubernur yang paling banyak keliru dibandingkan dengan Gubernur-Gubernur lainnya di Indonesia.


Sejak pertama kali menjabat sebagai Guberur DKI Jakarta, kelirunya itu terjadi berulang-ulang. Revitalisasi Monas keliru, penanganan kali item keliru, patung bambu keliru, lem aibon keliru, angkat Dirut PT Transjakarta keliru, pun bagi bansos di musim Corona ini juga keliru.

Masalah demi masalah tak pernah berhenti sejak orang ini menjadi Gubernur DKI Jakarta. Setelah polemik banjir dan revitalisasi Monas, lalu muncul penunjukan Dirut Transjakarta yang ternyata seorang terpidana penipuan.

Orang yang dimaksud ialah Donny Andy Saragih. Dia diangkat sebagai Dirut Transjakarta oleh Anies Baswedan menggantikan Agung Wicaksono yang mengundurkan diri.

Setelah kekeliruannya itu terungkap ke permukaam, baru dia diam-diam bekerja dalam senyap mengganti si narapaidana penipu itu. Kan konyol.

Lalu di musin Corona ini, kelirunya semakin menjadi-jadi. Mulai dari kekeliruannya membatasi Transjakarta, LRT, dan MRT, keliru bagi-bagi sembako yang bikin warga membludak ngantri sehingga Social Distancing tidak dihiraukan warga.

Dan kini kekeliruannya yang paling nyata, jumlah penerima bantuan bencana keliru, termasuk namun tidak terbatas kekeliruan jumlah nominal bantuan bencana.

Perasaan sejak jadi Gubernur DKI Jakarta ini orang paling banyak kelirunya dibandingkan Gubernur-Gubernur lainnya di seluruh Indonesia. Heran.

Kekeliruan lainnya, Anies Baswedan juga menerapkan kebijakannya tanpa koordinasi dengan pemerintah pusat dan Presiden Jokowi dalam penanganan COVID-19 ini.

Contohnya saat dia mengurangi waktu dan jumlah bus Transjakarta, MRT dan LRT. Akibatnya timbulnya kepanikan massa dimana para penumpang antri membludak dan mengular puluhan meter panjangnya tanpa ada Social Distancing lagi, sehingga banyak orang Jakarta terjangkit virus Corona.

Namun dengan kelihaiannya dia memutarbalikkan fakta. Gubernur sejuta narasi ini ngeles bahwa itu dia sengaja bikin itu untuk efek kejut supaya warga Jakarta paham betapa bahayanya virus Corona. Dasar Abu Nawas memang.

Akibat ngaconya itu, dia ditegur keras oleh Mendagri Tito Karnavian. Pak Tito bilang ke Anies bahwa DKI Jakarta tidak bisa semena-mena menetapkan status lockdown atau mengarantina ibu kota negara ini. Sebab, status lockdown hanya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Dalam kekarantinaan, (seperti) kesiapan, untuk pembatasan, karantina wilayah dan pembatasan sosial dalam jumlah besar, itu adalah menjadi kewenangan pusat," sikat pak Tito tanpa kasi ampun.

Dalam upaya karantina yang diatur di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan, ada tujuh hal yang harus dipertimbangkan, yaitu pertimbangan efektifivitas, tingkat epidemi, ekonomi, sosial, budaya hingga keamanan.

Dengan pertimbangan sebanyak itu, bakal berdampak dengan urusan absolut yakni dampak ekonomi moneter dan fiskal. Sehingga, jika merujuk UU Nomor 23 Tahun 2014, urusan absolut menjadi wewenang presiden sepenuhnya.

"Bapak Presiden sudah menyampaikan, untuk masalah karantina kewilayahan, kepala-kepala daerah harus mengonsultasikan dengan pemerintah pusat dan yang telah ditunjuk oleh beliau adalah Kepala Gugus Tugas Percepatan COVID-19," tegas pak Tito tanpa tedeng aling-aling.

Yang termutakhir, Anies Baswedan keliru soal data penerima bantuan sosial di periode pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kekeliruannya itu berakibat fatal sehingga warga yang ternyata masih mampu malah dapat bantuan sembako dari Pemprov DKI Jakarta.

Sehingga justru mencoreng mukanya sendiri, karena para orang kaya di Kelapa Gading ramai-ramai mengembalikan Bansos yang bikin malu harga diri mereka. Masa mereka dikasi beras, dan lain-lain. Bikin malu saja.

Tapi bukan namanya Anies Baswedan kalau tidak mampu mengelak. Gubernur sejuta narasi ini ngeles bahwa kekeliruannya itu adalah hal yang wajar terjadi, apalagi mendata warga DKI yang jumlahnya itu ada jutaan. 

"Tentu saja tidak mungkin sempurna. Yang mungkin dari 1,2 juta (penerima bansos), Anda bisa sebutkan nama (penerima tak layak) pastilah di negeri ini. Siapa yang (punya data) super akurat", begitu ujar si Gubernur paling keiru di Indonesia ini.

Anies Baswedan bilang data tersebut akan step by step dikoreksi sesuai dengan temuan di lapangan. Dia juga ngeles bahwa konsep yang Pemprov DKI gunakan di kala kondisi darurat seperti ini adalah dengan menggunakan dulu data yang ada, lalu perlahan dikoreksi.

Daripada di balik cek dulu ke lapangan semua kumpulkan, lalu yang terjadi adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan tak kunjung mendapatkan bantuan, ujar si Gubernur paling keliru di Indonesia ini. 

Kekeliruan lainnya, dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 Tentang Penerimaan Bantuan Sosial Bagi Penduduk yang Rentan Terdampak Covid-19 Dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok Selama Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta pendistribusian bansos akan diberikan kepada 1.194.633 kepala keluarga.

Ternyata jumlah tersebut berbeda dengan yang pernah disebutkan Anies sebelumnya. Di mana Gubernur Yaman ini, eh salah, Gubernur Jakarta ini hanya menyebutkan ada 1,25 juta kepala keluarga yang nantinya akan mendapat bantuan.

Akibat ulahnya itu, salah satu anggota DPRD DKI Jakarta malah terdaftar menjadi penerima Bansos. Kan ngaco Padahal bansos tersebut hanya diperuntukan khusus bagi warga miskin dan warga yang rentan miskin karena terdampak virus Corona.   Jadi faktanya memang ada korelasi antara Gubernur terbodoh dalam sejarah NKRI dengan Gubernur paling banyak kelirunya dibandingkan Gubernur lainnya di Indonesia.

Kenapa bisa begitu? Karena memang latar belakangnya akademiknya bukan mengurus daerah, alan tetapi guru, Dosen, yang lebih mgerti soal dunia pendidikan dibandingkan soal mengelola daerah, apalagi mengelola kota sekaliber ibu kota negara ini.

Prabowo Subianto keliru pilih orang ini, harusnya dulu Prabowo pilih orang lain saja supaya Jakarta tidak hancur-hancuran seperti saat ini. Sudah itu saja.

Kura-kura begitu.

Sumber: seword.com/umum/anies-baswedan-gubernur-paling-banyak-keliru-X5BtjcS3i7

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3