Jokowi Soal Corona: Tak Mudik Karena Sayang Ayah dan Ibu

Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan pesan agar masyarakat tidak mudik di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang kian masif penyebarannya.


Pesan itu disampaikan Jokowi dalam unggahannya di akun Twitter resminya, @Jokowi pada Sabtu (18/4). Dalam pesan tersebut, Jokowi mengunggah sebuah video animasi mengenai bahaya mudik di tengah wabah corona.

"Tak mudik bukan karena tak rindu. Tapi karena sayang pada ayah dan ibu," cuit Jokowi dalam unggahan tersebut.

Dalam video animasi tersebut juga menyuarakan pesan lanjutan, yaitu 'Tak harus bertemu secara fisik untuk menunjukkan rasa sayang. Tapi menahan rindu dengan tidak mudik adalah sebentuk rasa sayang untuk melindungi orang-orang tersayang dari wabah ini'.

Sebelumnya, dari sejumlah hasil riset dan survei diketahui masih banyak masyarakat yang berniat untuk melakukan mudik pada lebaran tahun ini, meski tengah dilanda wabah virus corona.

Dari Hasil survei dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilakukan kepada 3.853 responden lewat media sosial pada 28-30 Maret 2020 mencatat bahwa masih ada sebanyak 43,78 persen responden memilih untuk tetap mudik, sementara 56,22 persen menyatakan tidak akan mudik.

Sementara itu, dari hasil survei yang dilakukan SMRC, diketahui masih ada 31 persen warga Jakarta yang ingin mudik saat lebaran nanti. Mereka yang ingin mudik termasuk dari kalangan berpendidikan dan berpenghasilan tinggi.

Tidak hanya itu, kajian Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memprediksi risiko penyebaran corona akan semakin tinggi jika tren mudik tinggi.

Jurnal tersebut merupakan hasil analisis mengenai dilema mudik lebaran saat wabah virus corona menggunakan teori permainan (game theory) yang bersifat makro dengan berasumsi ceteris paribus, yang menunjukkan pilihan akhir sejumlah masyarakat akan tetap mudik dalam kondisi pandemi corona.

Kemudian, berdasarkan kajian Kepala Bidang Mobilitas dan Sebaran Penduduk Ikatan Praktisi dan Ilmu Demografi Indonesia (IPADI) Chotib Hasan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang diperkirakan bakal mudik dari DKI Jakarta ke berbagai daerah diperkirakan sebanyak 1.046.

Chotib memprediksi akan ada sekitar 3,8 juta jiwa atau sekitar 36 persen penduduk Jakarta yang melakukan mudik lebaran jika tak ada intervensi dari pemerintah.

Sejumlah kajian ilmiah tersebut bermuara kepada satu pesan kepada pemerintah, yakni, imbauan dari pemerintah tidak akan cukup menahan orang untuk melakukan mudik. Perlu aturan tegas yang melarang mudik saat corona.

Pemerintah sampai saat ini belum mengeluarkan aturan secara jelas mengenai mudik meski Presiden Jokowi berulang kali menyampaikan imbauan agar warga tidak mudik. Demi mengurangi jumlah warga yang pulang ke kampung halaman, Jokowi menyalurkan dana bantuan sosial (bansos).

Sumber: CNNIndonesia.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3