Nekat Jambret Seorang Kapolsek , Kedua Kaki Pelaku Malah Bolong

Asyik memainkan HP untuk berkomunikasi via WA  ditepi jalan Matraman tepatnya depan Rumah Makan Sepakat  , Kapolsek Matraman , Jakarta Timur Kompol Tedjo Asmoro malah menjadi korban jambret , Kamis (26/3/2020).


Akibatnya Kompol Tedjo harus menderita kerugian belasan juta akibat iPhone X nya telah berpindah tangan kepada jambret yang mengendarai sepeda motor.

Rupanya Kompol Tedjo memang sengaja menyamar dan mengorbankan HP nya agar dimana posisinya berdiri dan sekitarnya terekam jelas oleh CCTV , disamping itu HP tersebut sudah disetting GPSnya.

Hal tersebut dilakukannya mengingat banyaknya laporan warga yang menjadi korban penjambretan disepanjang  jalan raya Matraman. 

Salah satunya menimpa  bernama Lidya Hutabarat (68) saat naik bajaj berangkat ke gereja harus kehilangan tas yang berisi emas dan berlian senilai 25 juta yang dijambret pelaku yang berhasil kabur ke arah Jalan Salemba Raya.

"Maraknya aksi penjambretan di Matraman ini laporan dari masyarakat. Saya dan tim menyelidiki dan kebetulan saya sendiri yang memancing di depan markas ini di pinggir jalan. Saya sendiri korbannya dan ingat jelas tersangkanya," ujar Kompol Tedjo, Jumat (27/3/2020).

Usai mempelajari rekaman CCTV,  menelusuri pelat nomor sepeda motor yang dikendarai pelaku dan melacak GPS HP , beberapa jam kemudian pelaku yang diketahui bernama Wawan Fachrurozi warga Kelurahan Manggarai berhasil dibekuk di Kawasan Johar Baru.

Saat dihadirkan kepada awak media , Wawan Fachrurozi hanya tertunduk menahan sakit di kedua betisnya akibat timah panas yang diberikan personel Unit Reskrim Polsek Matraman. 

Pelaku mengaku HP tersebut telah dijualnya kepada seorang penadah yang akhirnya diketahui HP tersebut telah tiga kali berpindah tangan. 

Awalnya Wawan menjual gawai curiannya ke seorang penadah bernama Entis Saputra seharga Rp3,2 juta. Entis kemudian menjual lagi kepada penadah lain di kawasan Lokasari, Mangga Besar bernama Deni Dimyati dan Toni seharga Rp.4,5 juta.

"Saat diminta menunujukkan lokasi  penadah tempatnya menjual HP saya ,  tersangka Wawan melawan petugas sehingga kita berikan tindakan tegas ," kata Kompol Tedjo . 

Kini keempat pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Matraman dan dikenakan Pasal 363 KUHP dan 480 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

Sumber: 
radarborneo.com/2020/03/nekat-jambret-seorang-kapolsek-jambret.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3