Stafsus Jokowi Kaya Ilmu, tapi Miskin Pengalaman, Terperosok Lingkaran Bisnis Hitam di Istana

Keberadaan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo diharapkan tidak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok kepentingan yang ada di lingkaran istana.

Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra/Net
Hal itu ditekankan berkenaan dengan adanya polemik dugaan konflik kepentingan Stafsus milenial, seperti keterlibatan Ruangguru sebagai mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja, di mana Ruangguru merupakan perusahaan rintisan milik Stafsus Adamas Belva Syah Devara.

Kemudian Stafsus Andi Taufan Garuda Putra yang ‘menitipkan’ perusahaanya, PT Amartha Mikro Fintek ikut program Relawan Desa Lawan Covid-19.

Stafsus milenial dibina jangan dibinasakan, mereka adalah aset bangsa. Mereka kaya ilmu pengetahuan, hanya saja masih miskin pengalaman, apalagi pengalaman politik. Saya berharap senior-senior jangan seret mereka ke lembah hitam,” kata politisi PDIP Darmadi Durianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4).

Sebaliknya, kata dia, para tokoh yang terlebih dahulu terjun di dunia perpolitikan mengajarkan moral yang baik, dan berusaha menghindarkan para juniornya tersebut dalam konflik kepentingan.

Tak hanya itu, Darmadi juga mendesak agar stafsus milenial itu berani mengubur syahwat bisnisnya ketika sudah berada di pemerintahan.

Mereka harus bisa membedakan mana kepentingan bisnis dan kepentingan negara.

Ada gurita bisnis di lingkaran istana. Sebaiknya perusahaan-perusahaan mereka mundur dari proyek-proyek pemerintah, seperti Ruangguru, Amartha dan sebagainya. Biarkan bisnis mereka berkembang secara alami. Mereka harus sadar bahwa mereka adalah pejabat publik,” tegas anggota Komisi VI DPR itu.

Di sisi lain, ia berpandangan polemik yang dialami Stafsus milenial bukan pada pelanggaran hukum, melainkan lebih kepada buruknya moral bisnis.


Sekolah boleh tinggi dan terkenal di luar negeri, tapi minim pengalaman. Pokoknya jangan terjebak dan tergiur uang-uang yang diperoleh dari cara yang salah,” tandasnya.

Jangan terbuai kejar keuntungan besar karena jadi pejabat publik. Tapi andalkan pada kompetensi berbisnis. Mari kita selamatkan mereka,” pungkasnya.

Sumber: pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/04/19/stafsus-jokowi-kaya-ilmu-tapi-miskin-pengalaman-terperosok-lingkaran-bisnis-hitam-di-istana

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3