Harga Bensin di Malaysia Naik, Seliter Jadi Rp 4.450

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual di Malaysia mengalami kenaikan tipis. Pemerintah Malaysia sebelumnya beberapa kali menurunkan harga BBM pasca-anjloknya harga minyak dunia.

Ilustrasi SPBU Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia.(Lim Huey Teng)

Dikutip dari Comparehero, Sabtu (16/5/2020), harga BBM di Malaysia untuk RON 95 dijual seharga RM 1,31 atau Rp 4.450 per liter (kurs Rp 3.400). Sebelumnya pada 15 Mei 2020 kemarin, harganya masih bertengger di RM 1,25.

Lalu untuk BBM dengan RON 97 ditetapkan Pemerintah Malaysia seharga RM 1,61 atau Rp 5.504 liter. Kemudian BBM jenis diesel seharga RM 1,45 atau Rp 4.950 per liter.

Harga ini ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Malaysia setiap sepekan sekali. Artinya, harga BBM terbaru ini berlaku hingga 22 Mei 2020. 

Penurunan harga BBM sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan pemerintah Negeri Jiran itu sejak awal tahun 2020.

Pada awal Maret lalu, harga BBM per liternya di Malaysia tercatat masih sebesar RM 2,08 atau Rp 7.280 untuk bensin RON 95. Lalu harga bensin RON 97 sebesar RM 2,40 (Rp 8.400) per liter, dan BBM jenis diesel RM 2.13 (Rp 7.455) per liter.

Sebagai perbandingan, Berikut harga BBM per liter yang dijual di SPBU Pertamina:

    Pertalite (RON 90) Rp 7.650
    Pertamax (RON 92) Rp 9.000
    Pertamax Turbo (RON 98) Rp 9.850
    Premium (RON 88) Rp 6.450
    Dexlite Rp 9.500
    Pertamina Dex Rp 10.200

Alasan harga BBM di Indonesia belum turun

Dikutip dari Kontan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif buka-bukaan soal kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak kunjung mengalami penyesuaian hingga saat ini. Padahal, harga minyak mentah masih terus melemah di bawah level 30 dollar AS per barrel. 

Dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Virtual bersama Komisi VII DPR RI, Arifin menuturkan, pemerintah saat ini mengambil sikap untuk tetap mempertahankan kebijakan harga.

Dengan demikian, Arifin memastikan penerapan harga jual eceran bulan Mei masih akan tetap sama dengan harga bulan April.

"Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP)," tegas Arifin.

Arifin menambahkan, pihaknya masih akan memantau kondisi harga minyak mentah dunia serta menanti stabilnya nilai tukar rupiah. 

Tak hanya itu, Menteri ESDM juga memastikan pihaknya masih menanti dampak kesepakatan pemangkasan produksi antara negara-negara OPEC dan non-OPEC yang dilakukan mulai bulan Mei ini.

Pemangkasan produksi tersebut akan berlangsung terhitung mulai Mei sebesar 9,7 juta barrel. Kemudian di semester II-2020 anggota OPEC+ bakal menurunkan produksi sebesar 8 juta barrel. Selanjutnya pemotongan produksi minyak diprediksi mencapai 6 juta barrel pada medio 2021-2022.

"Pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia yang masih belum stabil, yang memiliki volatilitas yang tinggi. Diperkirakan harga akan rebound ke level US$ 40 per barrel di akhir tahun, waktu cukup lama makanya kami masih cermati perkembangan terutama di bulan Mei dan Juni," tandas Arifin.

Sumber: money.kompas.com/read/2020/05/16/082331226/harga-bensin-di-malaysia-naik-seliter-jadi-rp-4450

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3