Izinkan Shalat Id di Masjid Zona Hijau, Pemkot Bekasi Yakin Tak Akan Muncul Klaster Covid-19 Baru

Pemerintah Kota Bekasi tetap mengizinkan shalat Idul Fitri 1441 H di masjid yang wilayahnya masuk dalam zona hijau.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA

Meski berbagai pihak mengkhwatirkan munculnya klaster baru Covid-19 setelah Idul Fitri lantaran kebijakan yang diambil Pemkot Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan pihaknya bisa mencegah kekhawatiran tersebut.

Salah satunya dengan melakukan shalat Id sesuai protokol pencegahan Covid-19.

“Sudah dibuat protokol shalat Id dengan pengawasan ketat, pola lokal hanya shalat yang diperbolehkan pada tingkat RW,” kata Tri melalui pesan singkat, Jumat (22/5/2020). 

Jemaah nantinya diwajibkan menunjukan KTP untuk memastikan berdomisili di kawasan masjid.

Setiap masjid yang diperbolehkan gelar shalat Id harus menyiapkan hand sanitizer dan jamaah harus mengenakan masker.

“Ini juga berlaku untuk anak-anak, siapa pun yang mau beribadah harus mengenakan masker,” kata dia.

Ia menambahkan, shalat tersebut akan digelar dengan masing-masing berjarak 1,5 meter antarjemaah.

Dengan begitu, pihaknya berharap tak ada klaster baru setelah Idul Fitri nantinya. 

Adapun saat ini ada 41 Kelurahan di Kota Bekasi yang masuk dalam zona hijau dan diperbolehkan gelar shalat Idul Fitri.

Berdasarkan data terakhir di website resmi corona.bekasikota.go.id, ada 288 pasien positif Covid-19 di Bekasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 pasien positif sembuh dan 31 pasien positif Covid-19 meninggal. 

Sebelumnya, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono beranggapan bahwa keputusan ini sama saja dengan menciptakan klaster baru penularan virus corona.

“Ya sudah, terserah kalau memang itu keputusannya, siap-siap saja jadi klaster (penularan Covid-19),” ujar Pandu saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (20/5/2020) malam.

“Tidak apa-apa, tapi potensial menjadi klaster. Itu saja,” tegas dia.

Kegiatan keagamaan berjamaah terbukti menjadi salah satu klaster besar penularan Covid-19 di beberapa negara. Dampaknya tidak main-main.

Sumber: megapolitan.kompas.com/read/2020/05/22/14510721/izinkan-shalat-id-di-masjid-zona-hijau-pemkot-bekasi-yakin-tak-akan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3