Kepala Sekolah Membius Siswi SMPnya "Pas sadar, pakaian dalam saya sudah lepas"

Seorang santriwati salah satu SMP terpadu di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga jadi korban pemerkosaan oleh kepala sekolahnya sendiri. 

Perbuatan bejat tersebut, diduga telah dilakukan berulang kali oleh oknum kepala sekolah di area lingkungan sekolah maupun di rumah terduga pelaku. Kasus ini pun telah dilaporkan orang tua korban ke Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (6/4/2018).

Korban RH (14) tak berhenti menangis di hadapan ibunya saat mengingat kejadian yang menimpanya. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)
RH (14) yang diduga menjadi korban perkosaan ini terus menangis dan histeris setiap kali mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Dia terus meminta maaf dan memeluk ibunya, sambil tetap menangis histeris.

Korban yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Pertama Terpadu Al-Istiqomah yang berada di Wilayah Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya ini, tampak syok dan trauma berat, saat menceritakan apa yang dialaminya.

Perbuatan dugaan perkosaan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah berinisial AM itu, diakui RH telah terjadi berulang kali. Terakhir kali peristiwa tragis yang dialaminya terjadi di areal sekolah sekitar Februari lalu.

Dari pengakuan korban, dirinya kerap dipanggil oleh kepala sekolah, dengan alasan bantu-bantu dan beres-beres di sekolah maupun di rumah terduga pelaku.

Sebelum terjadinya dugaan perkosaan tersebut, korban diberikan air mineral oleh terduga hingga akhirnya merasa pusing dan pingsan. Korban hanya mengingat setelah tersadar, pakaian dalamnya sudah terlepas, dan kancing pakaiannya juga terlepas.

Korban mengaku lebih dari sepuluh kali diperkosa oleh pelaku. Korban tak berani melapor lantaran kerap diancam oleh pelaku. Kepada korban pelaku mengancam akan membunuh seluruh keluarga korban jika menceritakan perbuatannya.

Saya sering dipanggil ke ruangan kepala sekolah setiap habis pelajaran jam kedua. Selain itu suka dipanggil juga ke kamar dan ke ruang tamu di rumahnya. Saya dikasih air minum terus saya pusing. Pas sadar, pakaian dalam saya sudah lepas, dan dada saya sudah dipegang oleh pelaku,” kata RH.  

Neti, kakak korban, mengaku jika terjadi perubahan yang signifikan dari adiknya itu sejak akhir 2017. Korban kerap mengamuk tanpa alasan yang jelas. Setelah ditanya korban akhirnya mengaku telah diperkosa oleh kepala sekolahnya. 

Saya curiga karena korban sudah kayak bukan adik saya,” ucapnya.

Selain itu, kakak korban mengaku pernah membaca pesan yang dikirimkan pelaku untuk adiknya itu di ponselnya. 

Kami juga pernah menemukan pesan singkat dari pelaku kepada adik kami. Isinya seringkali tidak pantas. Bahkan pelaku pernah mengirim gambar tak senonoh kepada adik kami,” kata Neti.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus ini. 

Saat ini kondisi korban mengalami syok, dan polisi akan membantu melakukan konseling agar korban bisa cepat pulih,” ucap Febry.

Kapolsek mengaku belum melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku dan masih mengumpulkan data-data mengenai kasus ini terlebih dahulu. 

Setelahnya nanti akan kami kerucutkan untuk mengarah kepada pelaku,” ucapnya.

Sumber: jabar.inews.id/berita/gadis-smp-di-tasikmalaya-diduga-diperkosa-kepala-sekolah-berkali-kali

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3