Kisah Pilu Orangtua Tidak Dianggap Oleh Anak Setelah Sukses Jadi Dokter

Ini adalah kisah orang tua dan anaknya, dr A. Orang tua A telah membesarkan anaknya hingga lulus kuliah di sebuah sekolah swasta kenamaan dan menjadi dokter. Saat anaknya hendak menikah, orang tuanya juga memberikan sumbangan Rp 750 juta untuk pesta pernikahan di hotel bintang lima di bilangan Senayan, Jakarta. Dokter A malah tidak mengundang orang tuanya di pernikahan yang dihelat pada 2017


 
Nama orang tuanya juga tidak ada di undangan pernikahan. Puncaknya, setelah resepsi pernikahan, dr Amengumumkan di koran, yaitu 'putusan hubungan keluarga dan segala perbuatan dan akibat hukum akan menjadi tanggung jawab masing-masing. 

"Dia memasang iklan di koran nasional dan koran Ibu Kota,"

Akibat perbuatan anaknya itu, orang tuanya mengalami trauma mendalam. Rangkaian pilu yang bertubi-tubi itu membuat kedua orang tuanya depresi. Orang tua itu mengalami penderitaan psikis akibat konflik dengan anaknya. Awalnya, Kuhon enggan mengawal kasus itu. Menurutnya, hubungan orang tua tidak bisa bersilang sengketa dengan anak di meja hijau. "Saya baru bersedia mendampingi mereka setelah munculnya iklan putus hubungan yang dipasang dokter tersebut," tutur Kuhon

Proses penyelidikan dan penyidikan di kepolisian berjalan panjang. Sebab, antara pelapor dan korban mempunyai hubungan ayah-ibu dan anak. Segala cara mediasi mengalami jalan buntu hingga akhirnya perkara sampai meja hakim. Akhirnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Maret 2020 menyatakan dr A bersalah melakukan kekerasan psikis dalam rumah tangga sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 5 huruf b UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Sumber: news.detik.com/berita/d-5031391/dikuliahkan-hingga-jadi-dokter-a-malah-umumkan-putus-hubungan-dengan-ortu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3