Media Asing Kisahkan Penggali Makam Covid-19 di Jakarta: Kerja 15 Jam Sehari, 1 Makam Harus Selesai 10 Menit

Kisah penggali makam di Jakarta menarik perhatian media asing, karena beban kerjanya yang berat dengan risiko tinggi.

Foto tertanggal 6 Mei 2020 menunjukkan penggali makam di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur, mengubur korban meninggal Covid-19. Pondok Ranggon merupakan salah satu dari dua pemakaman khusus korban meninggal Covid-19 di Jakarta. Setidaknya ada 50 pekerja di pemakaman Pondok Ranggon, mereka bekerja 15 jam per hari, 7 hari per minggu, dan gaji bulanan Rp 4,2 juta. AFP/ADEK BERRY

Ada dua media asing ternama yang mengangkat kisah penggali makam di Jakarta, yakni AFP (Perancis) dan South China Morning Post (China).

AFP memulai pemberitaannya dengan kesaksian dari penggali makam bernama Junaidi Hakim.

Saat jurnalis AFP memantau di lokasi pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Junaidi sedang menyerukan rekan-rekannya agar kerja lebih cepat.

Ia mengungkapkan, mereka harus menyelesaikan satu makam kurang dari 10 menit, untuk menekan risiko tertular Covid-19. 

"Begitu ambulans datang, kami keluarkan jenazahnya, kami bawa ke lubang lahad, langsung turun, kemudian langsung ditutup."

"(Harus selesai) 10 menit," ungkap Junaidi (42).

Junaidi menambahkan, kekhawatiran lebih besar adalah ketika menurunkan peti dari ambulans. Sebab, peti harus dipegang dan mau tidak mau ada kontak antara peti dengan anggota tubuh.

"Setelah diturunkan, kekhawatiran itu sudah tidak ada," lanjut ayah empat anak tersebut.

AFP memberitakan ada sekitar 50 penggali makam di pemakaman Pondok Ranggon, salah satu dari dua pemakaman khusus untuk korban meninggal Covid-19 di Jakarta.

Sumber: kompas.com/global/read/2020/05/25/221711170/media-asing-kisahkan-penggali-makam-covid-19-di-jakarta-kerja-15-jam

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3