Mengaku Akan Bertanggung Jawab, Polisi Gadungan Sukses Goyang ABG Hingga 3 Ronde

Mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polsek Marau  ,  Febri (21) sukses memperdaya seorang gadis dibawah umur yang masih berstatus pelajar di penginapan berinisial AH (16) penginapan Pawan Biru, Jalan Tengkawang Kelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. 


Tak tanggung-tanggung pemuda pengangguran asal Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara ini mencabuli AH sebanyak 3 ronde. 

Paur Humas Polres Ketapang  Ipda Matalip mengatakan pelaku Febri berhasil diamankan Tim Satreskrim  saat sedang berada di lobby Hotel Borneo Ketapang, Rabu (25/12/2019) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Lebih lanjut, Matalip menjelas kronologis perbuatan pelaku yang berawal dari perkenalan singkat antara pelaku dan korban melalui aplikasi media sosial WhatsApp pada awal November 2019 lalu. 

Saat itu korban mengira Febri adalah polisi yang merazia kendaraan  di bundaran Ale-ale  Ketapang. 

Pelaku yang gagal mengikuti seleksi anggota Polisi ini pun mengaku sebagai anggota Polsek Marau dan mengajak korban bertemu pada Selasa (24/12/2019) pagi.

Dengan mobil sewaan , pelaku Febri  menjemput korban di rumah orang tua korban di Jalan Restu Ibu Gg Masidin Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan, dengan dalih akan mengajak korban sarapan pagi. Kepada ayah AH , pelaku juga mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polsek Marau , namun tidak menyebut pangkat. 

Selanjutnya Febri  mengajak korban menginap di penginapan Pawan Biru dan  sesampainya di kamar langsung  mengajak AH  untuk melakukan hubungan badan. 

Semula korban AH menolak, namun karena Febri  berjanji akan bertanggung jawab akhirnya  korban pun pasrah mau untuk melakukan perbuatan intim hingga 3 kali.  

Setelah puas melakukan perbuatannya , Febri  lalu memesan Ojek online untuk mengantarkan korban kembali ke rumahnya karena mobilnya telah dikembalikan.

Sesampainya dirumah, korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya yang akhirnya melapor ke Polres Ketapang.

“Pelaku berserta barang bukti satu helai baju lengan panjang dan pakaian dalam korban telah diamankan di Mapolres Ketapang guna untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Matalip. 

Matalip menambahkan bahwa pelaku sendiri dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76D dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun hukuman kurungan penjara. 

sumber: radarborneo.com/2019/12/mengaku-akan-bertanggung-jawab-polisi.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3