Sindiran Amien Rais: Pengangguran Meluas dan Tambah Utang Itu New Normal

Tokoh reformasi Amien Rais meminta pemerintah menghentikan istilah new normal. Sebab, istilah tersebut membuat kesalahpahaman.

Amien Rais di Sleman. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Amien menilai, apa yang dimaksud normal itu harus ada standar dan rujukan. Namun, justru situasi saat ini memburuk.

"Apa yang normal itu biasanya ada standarnya, ada norma-norma, ada pola-pola yang reguler, dan tentu ada poin rujukan referensi, ini nggak ada sama sekali," kata Amien Rais melalui video yang disiarkan akun instagram amienraisofficial, Senin (25/5).


"Nah karena itu saudara-saudara jangan dipakai lagi ini, ini bisa mengelabui kita sendiri, kita termakan oleh pemikiran kita, kemudian apapun dianggap normal," lanjutnya. 

Amien memahami jika new normal itu diterapkan setelah virus mereda. Misalnya PNS bekerja tetap memakai masker, menerapkan jaga jarak dan sebagainya. Namun, mantan Ketua MPR itu tidak sepakat jika yang dimaksud new normal adalah kondisi ekonomi yang buruk.

"Tapi kalau kemudian bahwa pengangguran meluas itu new normal, kerusuhan desa dan kota karena perut lapar new normal, nambah utang terus juga new normal, lantas semakin hancur ekonomi negara kita new normal, nah itu yang saya kira sudah kebablasan ya," ucapnya.

Maka itu, dia mengingatkan pemerintah jangan menghibur suasana dengan menggunakan istilah new normal tersebut. Karena situasi saat ini tengah berat dan memburuk.

"Jadi marilah kita jadi bangsa yang cerdas para pemimpinnya juga harus lebih cerdas lagi, maaf ya, karena kita ini betul-betul dalam suasana yang sangat berat ya jangan dihibur dengan new normal yang tidak normal," 

Sumber: merdeka.com/politik/sindiran-amien-rais-pengangguran-meluas-dan-tambah-utang-itu-new-normal.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3