Terbuai Rayuan, 5 Hari Tak Pulang, Gadis ABG 6 Kali Disetubuhi

Terbuai rayuan dan janji akan bertanggungjawab, Melati, bukan nama sebenarnya, menyerahkan kehormatannya pada seorang pemuda penjual bakso.


Hubungan bak suami istri antara cewek asal Pantai Cermin, Sergai dan SR alias Fatan, terjadi di kos-kosan Tanjung Morawa, Deliserdang. Buntutnya, Melati dijemput keluarganya sementara Fatan diamankan polisi.

Fatan (21) pemuda asal Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bekerja di warung Bakso Dusun IV, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai. Melati, gadis berusia 16 tahun, sering membeli bakso di tempat Fatan bekerja.

Diam-diam ternyata Fatan menaruh hati. Lalu ia memberanikan diri berkenalan dengan Melati. Tak sebatas kenalan, Fatan dan Melati juga bertukar nomor hape.

Senin (11/5) melalui lewat Hand Phone, Fatan mengutarakan isi hatinya ingin dekat dengan Melati. Gayung pun bersambut, Melati menerima ungkapan hati Fatan.

Satu hari kemudian, Fatan dan Melati sudah makan siang bareng di salah satu kafe di Perbaungan. Di sini, Fatan mengajak Melati pergi ke Lampung untuk menikah. Namun Melati tidak mengindahkan ajakan itu.

Karena malam semakin larut, Fatan tidak berani mengantar Melati pulang. Fatan mengajak Melati menginap di kos-kosan Tanjung Morawa.

Di tempat ini, Fatan merayu Melati untuk melakukan hubungan suami istri dengan iming-iming tetap akan bertanggung jawab. Mendengar itu, Melati luluh dan pasrah digagahi oleh Fatan sebanyak 6 kali.

Di tempat terpisah orangtua Melati mulai gelisah. Sebab Melati sudah lima hari tak pulang ke rumah dan hapenya tidak bisa dihubungi. Melalui bantuan saudaranya, keberadaan Melati pun diketahui. Akhirnya Melati dijemput di Simpang Tanjung Morawa, namun Fatan tetap berada di kamar kos.

Minggu (17/5), sekira jam 20.00 WIB Fatan dijemput keluarga Melati dan Tekab Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai. Saat diperiksa polisi, Fatan mengaku selama 5 hari membawa kabur Melati, mereka sudah 6 kali melakukan hubungan badan.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang,S.H,M.Hum mengatakan pelaku akan dikenakkan Pasal 332 ayat (1) ke 1e KUHPidana dan 81 ayat (2) Jo pasal 76D dari UU RI Nomor tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU RI no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: pasangtelinga.com/terbuai-rayuan-5-hari-tak-pulang-gadis-abg-6-kali-disetubuhi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3