Usai Penimbun Masker Kena Karma, Kini Giliran Salah Seorang Penimbun Hand Sanitizer Menjerit karena Rugi Rp150 Juta

Usai timbun masker, penimbun hand sanitizer juga dikabarkan mengalami kerugian besar.


Sama dengan penjual masker, penjual hand sanitizer ingin mendapatkan untung besar dengan menimbunnya.  

Awalnya harga satu liter hand sanitizer hanya puluhan ribu, tapi saat pandemi, mereka menjualnya hingga ratusan ribu rupiah.

Namun, karena bisa dibuat sendiri di rumah dan cara pembuatannya tak sulit, banyak perusahaan atau ahli farmasi yang membuat sendiri hand sanitizer, akibatnya produk itu kelebihan pasokan dan harganya jatuh. 

Hal ini tentu membuat oknum yang menimbun alat-alat kesehatan itu merugi dengan nilai yang kerugian yang tak sedikit.

"Tuh, hand sanitizer juga banyak sekarang," lanjutnya lewat seseorang yang di twitter merespons penimbun hand sanitizer yang .

Selain itu, kasus karma terhadap penimbun juga terjadi di negeri seberang, Australia. 

Dilansir dari ABC News, seorang pria di salah satu kota Australia Adelaide berusaha mengembalikan barang dengan nilai ribuan dolar (atau ratusan juta) ke supermarket lokal.

Ia melakukan hal itu untuk mendapatkan keuntungan saat terjadi panic buying di negeri kangguru itu.

Direktur Drakes Supermarkets, John-Paul Drake mengatakan, pria itu menelepon supermarket dan berharap dapat pengembalian uang setelah membeli 132 bungkus tisu toilet dan 150 botol hand sanitizer ukuran satu liter.

Pria itu telah membeli barang bernilai sekitar $10.000 dolar atau sekitar Rp150 juta dengan bantuan  tim penimbun', ketika kepanikan pembelian melonjak sekitar empat minggu lalu.

Penjualan online di situs eBay juga ditutup, jadi mereka tidak bisa mengambil untung.

Pelaku memiliki tim yang bertugas membeli produk, jumlahnya bahkan mencapai 20 orang.
.
Sumber hits.grid.id/read/482161667/usai-penimbun-masker-kena-karma-kini-giliran-salah-seorang-penimbun-hand-sanitizer-menjerit-karena-rugi-rp150-juta

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3