Bermodal Miras, Pria Ini Empat Kali Goyang Anak Tetangga


Banyuwangi. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dilakukan AG (50) warga asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi untuk menggoyang tetangganya , Bunga 912) yang merupakan anak teman baiknya.

Hanya bermodal minuman keras, AG mengajak ayah Bunga dan teman-temannya untuk pesta minum-minum.

Saat ayah Bunga termakan jebakan yakni  asyik pesta miras , AG diam-diam menyelinap kerumah tetangganya tersebut dan mendapati Bunga sedang menonton TV.

AG lantas menarik tangan Bunga dan  mendorongnya  ke tempat tidur.

Bunga yang  menolak dan memberontak akhirnya kalah tenaga sehingga  AG sukses membuka  celana Bunga  dengan secara paksa.

Usai menggoyang Bunga , AG memberinya uang Rp.300 ribu. Bahkan AG mengiming-imingi Bunga dengan uang jika nanti mau kembali berhubungan badan.

Beberapa hari kemudian , AG kembali lagi menggelar pesta miras di pelataran rumah Bunga. Namun kali ini ayah Bunga sedang  tidak ada dirumah.

Kesempatan ini dimanfaatkan AG untuk merecoki Bunga dengan miras. Padahal beberapa teman AG mengingatkannya agar tidak merecoki anak kecil dengan miras.

Bunga yang merasa pusing  kemudian langsung masuk rumah dan tak sadarkan diri.

Kesempatan ini langsung dimanfaatkan AG untuk kembali menggoyang Bunga.

Aksi AG pelaku kepada Bunga ternyata sudah mencapai 4 kali tanpa sepengetahuan ayah kandung Bunga yang merupakan teman dekat AG.

Kasus tersebut akhirnya terungkap saat Bunga bercerita  kepada ayahnya.

Mengetahui anaknya digagahi, ayah Bunga melaporkan kasus ini ke polisi.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, perbuatan pelaku AG sebanyak empat kali dan dilakukan pada bulan Maret hingga April.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa, celana panjang jeans warna biru, baju lengan panjang motif garis warna putih kombinasi hitam, celana dalam warna ungu dan miniset warnai warna hitam.

“Sementara barang bukti uang tidak diketemukan karena sudah habis dibelanjakan korban,” tambah Arman Asmara Syarifudin kepada wartawan, pada Rabu (10/6/2020).

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan  Pasal 81 ayat (1) Jo pasal 76D atau 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun dan maksimal 15 tahun penjara. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3