Heboh Video Pengakuan Seorang Remaja Kecanduan TikTok: Tak bisa kontrol tubuh sendiri


Jagad sosial media dihebohkan dengan beredarnya Video seorang remaja bernama Kesar yang mengaku mengalami gangguan psikologis karena terlalu sering bermain aplikasi TikTok, Selasa (23/06/2020).

Hal tersebut dibagikan Kesar melalui akun Instagram pribadinya (@kesarnst). Dalam video yang diunggahnya, Kesar mengaku merasakan gejala aneh saat mulai kecanduan bermain aplikasi TikTok.

"Awalnya saya main TikTok buat senang-senang doang. Lama-kelamaan kok merasa ada yang aneh. Saya tidak bisa mengontrol tubuh saya. Ternyata setelah saya cek, saya terkena TikTok Syndrome," kata remaja berusia 18 tahun itu.


Saat mulai terkena TikTok Syndrome, Kesar mengaku kerap berjoget tanpa ia sadari, bahkan ketika tidur. Dia pun harus minum obat dua kali sehari untuk meditasi, menahan tubuhnya agar tidak terus berjoget.

"Saya harus minum obat dua kali sehari untuk meditasi agar tubuh saya tidak bergerak-gerak terus. Lama-lama terbiasa karena minum obat dengan rutin, dan dokter menyarankan saya untuk mengurangi main TikTok," lanjutnya.

Namun, belum ada keterangan medis apapun mengenai keberadaan TikTok Syndrome atau sindrom TikTok. Hanya tentang dampak penggunaan sosial media yang berlebihan secara umum.

Menyebabkan depresi dan kecemasan

Dalam penjelasannya pun, seseorang yang terkena dampak akibat secara berlebih dalam bermain sosial media, akan membuat dirinya menjadi tidak produktif dan mudah merasa insecure.

Terkadang juga menyebabkan depresi dan kecemasan kalau tidak cepat ditangani.

Jadi, video tersebut diduga hanya dibuat untuk menyindir orang-orang yang sedang kecanduan dalam bermain aplikasi TikTok. Kesar pun menuliskan 'komedi sarkas' sebagai bukti kalau vide tersebut memang dia buat untuk sindiran.

"Komedi sarkas (awas konten sensitif)," kata Kesar. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3