Jangan Ditiru, Tak Terima Ditanya Guru Tentang PR, Murid Ini dengan Santai Tinggalkan Grup WhatsApp


Sejak masa pandemi Covid-19, pemerintah di sebagian negara telah mengeluarkan imbauan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.

Untuk tetap berinteraksi antara guru dan siswanya, kerap kali proses belajar dari rumah memanfaatkan aplikasi tatap muka seperti zoom, google meets maupun room chat lewat group WhatsApp.

Sambil melakukan tingkat sebaik mungkin untuk mengajar siswa-siswanya, para guru melalui platform online yang tersedia, acapkali menerima tingkah polah para murid yang membuat geleng-geleng kepala.

Salah satunya tingkah para siswa yang sedikitpun tidak merespon gurunya saat ditanyai tentang pekerjaan rumah atau biasa yang disebut dengan PR.

Tentu tingkah seperti ini tak boleh ditiru.

Baru-baru ini viral di media sosial, unggahan seorang anak perempuan yang peduli terhadap ibunya yang juga berprofesi sebagai guru sekolah di negeri Jiran Malaysia.

Tak tahan melihat upaya ibunya terhadap pekerjaan yang harus dihadapi untuk mengatasi murid-muridnya setiap hari, ia pun mengungkapkan kekesalannya lewat media sosial.

Melalui akun twitternya, Anne @Ms4nne_, membagikan cuitan dan menunjukkan bagaimana siswa ibunya dengan santai mengabaikan pesan guru mereka terkait pekerjaan rumah dan malah meninggalkan grup WhatsApp.

Dalam cuitannya ia mengatakan: "Ibuku mengirim pekerjaan rumah (PR) ke grup WhatsApp dengan murid-muridnya di dalamnya, tetapi para siswa dengan santai meninggalkan grup." Tulis Anne di akun twitternya @Ms4nne_, Selasa, (9/6/2020).

Anne juga mengunggah sebuah foto tangkapan layar grup yang bertuliskan nama grup WhatsApp "3 H SEJARAH 2020."

Dalam foto tangkapan layar tersebut, ibu Anne dapat terlihat menjelaskan tugas yang harus diselesaikan para siswanya.

Tanpa merespon sedikitpun, beberapa siswa kemudian meninggalkan grup WhatsApp tanpa banyak bicara.

Setelah beberapa waktu, guru kemudian meminta siswa yang tersisa di dalam grup untuk menunjukkan tugas mereka.

Segera setelah itu, siswa terakhir juga pergi, meninggalkan ibu Anne sendirian di dalam grup WhatsApp setelah sang guru bertanya tentang tugas dan memberi tahu bahwa mereka harus menyerahkannya begitu sekolah dibuka kembali.

“Saya benar-benar ingin menangis ketika ibu saya bertanya mengapa murid-muridnya tidak memberikan tanggapan. Ketika saya memeriksa, mereka semua pergi,” kata Anne di utasan Twitternya.

Hingga kini, postingan yang diunggah Anne @Ms4nne_ tengah viral di media sosial.

Hingga postingan ini dimuat, utasan itu telah disukai 8,5 ribu kali dan telah di retweet lebih dari 9,1 ribu kali oleh pengguna twitter.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3