Ketulusan Guru Paud Mengantar Ijazah, Tak Peduli Banjir Hingga Naik Getek



Lamandau – Menjadi guru adalah sebuah panggilan dari hati. Itulah salah satu ungkapan bagi seorang guru yang sama wajib mendidik anak muridnya, Kamis (25/6/2020).

Seorang guru Paud yang mengajar di desa sungai Mentwa, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau harus rela hinga menaiki getek, demi mengantar ijazah dan raport buat anak-anak didiknya.

Meranika Hararap beserta tiga temannya yang juga Guru Paud, yakni Siti Heirunisa, Sri Ningsih dan Mega Crisdawati, harus rela melakukan perjalanan maiki getek akibat banjir yang sedalam kurang lebih 2 meter.

Menurut Meranika Hararap, guru harus memiliki ketulusan yang besar dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada muridnya demi masa depan yang cerah, tak hanya memberikan materi pelajaran, melainkan melakukan banyak hal yang mungkin belum diketahui.

Ketulusan dan tanggung jawab seorang guru inilah menjadikan sebuah tanggung jawab, kami berempat rela mengantarkan ijazah dan raport anak didiknya, mereka menunggu hasil yang selama ini kita didik, ucapnya kepada Borneo 24 via Seluler.

Berharap semoga ada penanganan terhadap banjir ini mas, bukan cuma untuk proses belajar mengajar saja, tapi demi masyarakat luas, agar roda ekonomi berjalan lancar, imbuhnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3