Mengenal Ateng, Tukang Tambal Ban yang Kini Miliki 8 Perusahaan


Ateng merupakan anak keempat dari lima bersaudara yang tinggal di Samarinda. Ayahnya memiliki satu toko yang menjual berbagai onderdil mobil dan becak.

Namun saat Ateng berusia 3,5 tahun dan adiknya baru 1 tahun, ayah tercinta harus berpulang pada Sang Pencipta. Di sisi lain, ibundanya tak mampu meneruskan usaha yang tersisa.

Sebuah keterpurukan tanpa pendamping hidup, serta menguras seluruh harta untuk mencukupi kehidupan, lama-lama keluarga Ateng jadi miskin.  

Akibat faktor ekonomi yang sulit Ateng dan saudaranya tak mampu sekolah. Akhirnya ada kerabat dari ibunya yang merasa perihatin dan berusaha membantu.

Pada usia 10 tahun Ateng mulai mengenal dunia pendidikan sekolah dasar. Sehingga pada usia 22 tahun baru bisa menyelesaikan jenjang SMA. Menjadi murid tertua di angkatannya kala itu. 

Ateng mengaku sempat jadi anak nakal. Ketika masih duduk di bangku kelas 4 SD, dia merasa minder diejek oleh seluruh teman sekelas.

Tekanan batin di usia remaja membuat Ateng memilih keluar sekolah dan sering membolos sekolah untuk jadi tukang tambal ban.

Hasil pendapatannya untuk membantu ibunda yang juga menderita krisis ekonomi. Selain itu, Ateng menjual rokok dan permen di toko, serta peralatan bekas peninggalan sang ayah. 

Ketiga kakak Ateng sudah berusaha memulai bisnis masing-masing. Keinginannya untuk sukses semakin kuat, dia tidak mau keburu tua untuk memulai.

Seusai tamat SMA, Ateng memulai dengan berjualan alat listrik. Belajar merakit onderdil sendiri, dia bercita-cita bisa memiliki merek sendiri.

Ateng secara kreatif melakukan assembling, dengan membeli sparepart, baik dari dalam maupun luar negeri. Lalu dirakit sendiri, setelah mapan baru bisa membeli mesin pembuat.

Semakin mengembangkan diri dan usaha, berlanjut pada distribusi ke produksi. Ateng sudah menampakkan kesuksesan dan sudah bisa membeli mobil sendiri. Barulah dia berpikir untuk membangun rumah tangga.

Perlahan tapi pasti, Ateng kini bisa jadi pengembang produksi, mempunyai kilang minyak, memproduksi pipa listrik dan ducting. Perjuangan yang membuahkan 8 perusahaan dan 6 pabrik.

Sumber: merdeka.com/trending/mengenal-ateng-tukang-tambal-ban-yang-kini-miliki-8-perusahaan.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3