Viral 'Bajaj Bajuri' Ramal Corona 17 Tahun Lalu, Cek Faktanya


Beredar viral kabar menyatakan serial komedi situasi atau sitkom Bajaj Bajuri yang tayang di televisi 17 tahun silam, disebut sudah meramalkan pandemi virus corona.

Penggalan adegan sitkom itu sempat viral di media sosial, lantaran situasinya mirip dengan wabah Covid-19 yang sedang terjadi di dunia.

Salah satu cuplikan tersebut diunggah oleh akun Twitter @pleasedpeople pada 8 Mei 2020.

Pada unggahan video tersebut, akun Twitter @pleasedpeople memberikan keterangan sebagai berikut:

" We've been warned 17 years ago"

Berikut cuplikan percakapan adegan karakter Oneng, Said, dan Mpok Hindun, yang membicarakan penyakit menular.

" Itu penyakit menular dari China Mpok. Gejalanye panas dingin sama batuk, bahaya Mpok, penyakit itu bisa nular, yang udah kena bisa meninggal."

Oneng yang diperankan politisi Rieke Diah Pitaloka yang mendengar itu langsung bergegas lari memanggil Emak.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com melakukan penelusuran klaim sinetron komedi Bajaj Bajuri, yang memperingatkan Covid-19 sejak 17 tahun lalu menggunakan Google Search dengan kata kunci 'bajaj bajuri corona'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul " Viral Bajaj Bajuri Dianggap Ramal Penyakit Corona Covid-19, Ini Penjelasannya."

Pengguna Twitter lain, @FioSorale, mengunggah video dalam durasi yang lebih panjang. Rupanya sebelum bagian ini, Said sempat mengungkap gejala penyakit tersebut adalah tanda dari SARS.

Saat episode itu mengudara, SARS memang meresahkan warga dunia. Tak heran, hal ini lantas menjadi tema dalam Bajaj Bajuri.

Dilansir dari situs WHO, SARS memang pertama kali dideteksi di Guangdong, China pada 2002. Penyebabnya juga disebabkan virus Corona, tapi dari strain berbeda dengan yang kini mewabah, yakni SARS-CoV.

Seperti Covid-19, gejala penyakit ini memang mirip dengan influenza, termasuk demam, menggigil, dan sakit kepala.

Kesimpulan

Klaim sinetron komedi Bajaj Bajuri telah memperingatkan Covid-19 sejak 17 tahun lalu tidak benar, yang dibahas dalam cuplikan video tersebut merupakan virus SARS yang mirip ciri-cirinya dengan Covid-19.

Jika video dilihat secara utuh, karakter dalam video tersebut membahas tentang virus SARS, namun pengunggah memotong video dan hanya menampilkan cuplikan ciri-ciri penderita SARS yang sama dengan Covid-19.

Sumber: Liputan6 com/Pebrianto Eko Wicaksono

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3