Bus 'Nyungsep' ke Danau karena Sopir Mabuk, 21 Penumpang Tewas

BEIJING - Karena kecewa rumahnya akan dihancurkan, sopir bus ini mabuk selama berkendara, akibatnya 21 penumpangnya tewas. Beberapa korban adalah para pelajar yang baru mengikuti tes masuk perguruan tinggi.


Melansir AFP pada Senin (13/7/2020), hal itu mengakibatkan bus yang dikendarai sang sopir terjun bebas ke sebuah danau di kota Anshun di provinsi barat daya Guizhou.

Laporan polisi menyebutkan bahwa sopir mabuk yang mengakibatkan kecelakaan itu terjadi pada Selasa lalu (7/7/2020), bermarga Zhang.

"Dia tidak senang dengan hidupnya dan tentang penghancuran rumah milik umum yang disewanya," kata polisi kota Anshun dalam sebuah pernyataan di akun media sosial resmi Weibo pada Minggu (12/7/2020).

Otoritas Darurat Anshun menyebutkan dari kejadian tersebut terdapat 21 orang tewas, ada pun 5 di antaranya adalah pelajar yang baru mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

Sementara 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Pada pagi hari sebelum kejadian, Zhang melihat bahwa rumahnya akan dihancurkan dan menelepon hotline pemerintah untuk menyampaikan keluhan.

Namun, polisi mengatakan bahwa Zhang telah menandatangani perjanjian pada Juni yang mengesahkan pembongkaran dan akan memberikannya kompensasi yang dijanjikan senilai lebih dari 72.000 yuan (10.000 dollar AS).

Sehingga dari penyelidikan polisi, Zhang diduga telah dengan sengaja "melakukan 'kejahatan ekstrem'".

Dalam penyelidikan kasus, polisi juga menemukan bukti bahwa Zhang meminum minuman beralkohol selama dalam perjalanan mengendarai bus itu.

Ketika hendak mendekati danau, laki-laki berusia 52 tahun itu, tiba-tiba berbelok melintasi 5 jalur lalu lintas, melewati pagar pembatas, lalu masuk ke danau.

Zhang ditemukan tewas tenggelam, dan berdasarkan hasil otopsi ditemukan kandungan alkohol dalam sistem pencernaannya.

Pernyataan polisi Anshun di media sosial ini kemudian ramai menjadi perhatian netizen yang telah dilihat lebih dari 1 miliar orang di Weibo pada Senin pagi ini (13/7/2020), dan banyak dari mereka yang mengecam tindakan pengemudi itu.

"Mengapa memaksakan rasa sakitmu sendiri kepada begitu banyak keluarga (para korban penumpang bus)?" tulis salah satu netizen.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3