Istri Digorok, Suami Dikeroyok Hingga Tewas

NANGA BULIK – Sepasang suami istri meninggal dunia dengan tragis setelah terjadi peristiwa berdarah di mess perkebunan kelapa sawit Estate Melata, Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau, Jumat (3/7), lalu.


Pasangan suami istri (pasutri) yang diketahui bernama Ardianus Bulu Malo alias Ardi (24) dan istrinya Vin Sinsiana Marunce alias Lince (22) tewas bersimbah darah. Peristiwa tragis tersebut dilatarbelakangi adanya cekcok dalam rumah tangga mereka hingga sang suami tega membunuh istrinya sendiri. Tidak berhenti sampai disitu, sang suami akhirnya dikeroyok oleh 9 (sembilan) orang keluarga dekatnya hingga tewas.

Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP melalui Kasat Reskrim Polres Lamandau Iptu Far’ul Usaedi saat dijumpai wartawan mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan para saksi/pelaku yang berhasil diamankan, bahwa pasutri itu pulang kerumahnya sekitar pukul 20.30 WIB, didalam rumah mereka terlibat pertengkaran hebat dengan dilatarbelakangi rasa cemburu suami kepada sang istri yang menuduh selingkuh.

“Adanya keributan tersebut, warga yang tinggal bersebelahan mess dengan pasutri keluar rumah dan mendatangi tempat tinggal lince,” ujar Kasat Reskrim Polres Lamandau Iptu Far’ul Usaedi, Sabtu 7 Juli 2020.

Namun saat kejadian, lanjut Far’ul, pintu rumah korban dalam keadaan tertutup. Keduanya masih terlibat cekcok dari dalam rumah, warga lain yang mencoba masuk pun dilarang oleh lince karena dibawah ancaman hendak dibunuh oleh suaminya.

“Salah satu warga yang masih saudara Lince akhirnya memaksa masuk dengan mendobrak pintu rumah, namun kembali keluar rumah karena Ardi (suami) sudah memegang parang,” jelasnya.

Setelah itu, keluarga korban yang ada di luar rumah sempat mendengar teriakan dan suara seperti orang mengorok, dan melihat darah yang mengalir dari dalam rumah korban.

“Mengetahui hal tersebut, keluarga korban melempari rumah Ardi dengan batu, dengan tujuan agar Ardi keluar rumah. Tak lama setelah itu Ardi kemudian keluar rumah dan jatuh tersungkur. Pelaku yang sudah tidak berdaya kemudian dikeroyok oleh keluarga korban yang berjumlah sembilan orang menggunakan batu dan parang,” jelas Far’ul Usaedi.

Far’ul membeberkan, bahwa para pelaku pengeroyokan yang sudah tidak dapat menahan emosinya melakukan tindakan penganiayaan dengan menghantam Ardi menggunakan batu pada bagian kepala. Tak cukup sampai disitu, salah satu pelaku menebas menggunakan parang sebanyak dua kali dibagian dada dan leher Ardi.

Peristiwa naas malam itu mengakibatkan pasutri tewas dengan kondisi mengenaskan. Sang istri tewas ditangan suaminya, didalam rumah dengan mengalami luka gorok pada bagian leher, sedangkan si suami tewas di tangan sembilan orang keluarganya.

“Atas kasus ini, Kepolisian Resort Lamandau sudah melakukan olah TKP dan menetapkan 9 orang tersangka, 3 orang diantaranya adalah saudara kandung dengan korban (lince),” Kata Iptu Far’ul Usaedi.

Adapun kesembilan orang yang diamankan adalah, inisial DG, YM, AT, AL, MS, SM, AJ, MD, SB, sudah diamankan di Mapolres Lamandau dan ditetapkan sebagai tersangka untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Atas perbuatannya, kesembilan tersangka dijerat Pasal berlapis 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP tentang pembunuhan, dan pengeroyokan yang menyebebkan matinya orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3