Hendri Tewas Usai Ditangkap Polisi, Kompolnas Minta Propam Periksa Penyidiknya

 Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mendesak adanya pemeriksaan terhadap para penyidik yang menangani perkara Hendri Alfred Bakari (38). Hendri, warga Belakangpadang, Batam, Kepulauan Riau, meninggal dengan kepala dibungkus plastik dan luka lebam setelah dua hari ditangkap polisi terkait kasus narkoba.


"Propam Polda Kepri perlu memeriksa para penyidik yang melakukan lidik, sidik kasus Almarhum, baik pada saat penangkapan, penahanan, maupun pemeriksaan di Kepolisian, untuk mengetahui apakah penangkapan, penahanan dan pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur," ujar Poengky saat dihubungi merdeka.com, Selasa (11/8).

Pemeriksaan kepada penyidik itu sangat penting, lanjut Poengky, sebagai bentuk akuntabilitas Polri dengan hasil yang diharapkan dapat transparan disampaikan kepada publik.

"Agar publik, khususnya Keluarga Almarhum mendapatkan informasi yang jelas. Pengawasan terhadap pengawas Internal yang kuat, disertai reward and punishment yang tegas, akan menjadikan anggota Polri makin profesional," tuturnya.

Selain itu, terkait hasil autopsi, Poengky mendorong untuk secepatnya disampaikan hasilnya, sebagai kunci untuk mengetahui penyebab lebih dalam soal kematian Hendri.

Termasuk meminta kejelaskan kepada rumah sakit terkait pembungkusan plastik di wajah Hendri. Menurutnya, pihak rumah sakit yang merawat, hingga meninggalnya jenazah harus mampu berikan kejelasan.

"Terkait plastik dan lakban untuk membungkus wajah Almarhum, perlu mendapat penjelasan dari dokter rumah sakit yang merawat hingga meninggalnya Almarhum. Apakah pembungkusan wajah jenazah dengan plastik dan lakban adalah prosedur standar pada masa pandemi Covid-19," tanya dia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3